FILSAFAT ILMU


Walau 5 watt,
Kutermenung di teras rumah, kupandangi halaman 12 x 20 meter. Sejenak kutatap kolam ikan dan tembok sisi kanan yang terlukis relief alam lautan. Di gelapnya malam masih terlihat jelas ikan-ikan yang berenang kesana kemari seakan bercanda bersama temannya. Lama kupandangi dengan penuh makna, dan pandangan tertuju lukisan dan relief dinding yang memancarkan sinar seakan ada bulan purnama di lautan, hingga terlihat sebuah kapal kecil yang sedang berlayar dan canda ikan-ikan.  Dalam renungan makna  ku bertanya; malam hari, kenapa semua nampak terang?, nampak indah?,...ternyata sinar itu berasal dari sebuah bola putih yang di dalamnya ada dop 5 watt, ach... ternyata hanya 5 watt....mengapa mampu menerangi sekitarnya, hingga nampak indah?, dan saling berpadu hingga nampak suasana yang menyejukkan?, itu baru 5 watt,...bagaimana jika 7, 8, 9, 10, 20 watt atau bahkan 100 watt?,...apakah akan semakin terang?,...hanya 5 watt semua nampak indah. Hanya 5 watt kita mempercayai semua itu menjadi nyata, hanya 5 watt jika kita mempercayainya akan nampak indah. walau 100 watt jika kita tidak mempercayainya hanya akan nampak silau, menyakitkan... marilah kita saling mempercayai walau hanya 5 watt.


Kajian filsafat ilmu terhadap ilustrasi tersebut di atas:
1. Ontologi; bagaimana ilmu/pengetahuan itu didapatkan?,
2. Epistemiologi; Cara mendapatkan ilmu/pengetahuan?,
3. Aksiologi; kegunaan atau manfaat ilmu/pengetahuan tersebut?,